Welcome Back Students

Welcome Back Students

بسم الله الر حمن الر حيم
اَلسَّــلاَمُ عَلَیْــکُمْ وَرَحْمَةُاللّٰـــــہِ وَبَرَکَاتُــــــہُ
Ummu wa Abu, Bunda dan Ayah, serta Ibu dan Bapak dari Ananda shalih/ah, jazakumullahu khairan sudah menitipkan amanah yang sangat luar biasa berupa buah hati terbaik antum pada kami.
Insyaa Allah seperti yang sudah kita ketahui, mulai hari ini, Senin, Ananda shalih/ah akan memulai kegiatan pertama sekolah di tahun ajaran baru, semoga Allah mudahkan dan kuatkan mereka.
Ummu wa Abu, Bunda dan Ayah, serta Ibu dan Bapak yang semiga senantiasa Allah rahmati, insyaa Allah kita sudah sepakat bersama untuk mendidik anak-anak dengan cara generasi terbaik dahulu menimba ilmu.
Sebelum jauh melangkah, mari kita sedikit merenung dengan dua perkataan dari dua ulama legendaris berikut.
Yang pertama adalah dari Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata,
ولا يستطاع العلم براحة الجسد
“Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh).”
Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi I/348 No.553, Darul Ibnu Jauzi, Cet.I, 1414 H, Syamilah.
Kemudian dilanjut dengan perkataan Imam Syafi’i rahimahullah berkata,
لا يطلب هذا العلم من يطلبه بالتملل وغنى النفس فيفلح، ولكن من طلبه بذلة النفس، وضيق العيش، وخدمة العلم، أفلح
“Tidak mungkin menuntut ilmu orang yang pembosan, merasa puas jiwanya kemudian ia menjadi beruntung, akan tetapi ia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung.”
Tadribur Rawi 2/584, Darut Thayyibah, Syamilah
Secara singkat kita bisa melihat bagaimana ulama salaf dahulu menimba ilmu, penuh perjuangan, tidak cengeng, tidak baperan, kemudian didukung penuh oleh orangtuanya yang mendidiknya tegas untuk terus menorehkan jejak tintas emas dalam balutan ilmu guru-gurunya.
Tak jarang kita menyimak kisah-kisah epik nan heroik dari mereka yang harus rela melakukan safar berbulan-bulan, sedikit perbekalan, sakit tak dihiraukan, jalan terus karena mereka yakin dengan perjuangan keras, peluh keringat bercucuran, hingga air mata bahkan darah menetes selama jihad menimba ilmu akan menuai berkah dari Allah ﷻ.
Wajar, kini, ratusan tahun berlalu, nama-nama legendaris mereka tetap harum semerbak, dikenang sepanjang masa penuh karya emas.
Sudah pasti, pahala kebaikan mengalir tiada henti, karena jelas yang ditulis dan ditorehkan di atas lembaran-lembaran kitab mereka adalah tentang ilmu-ilmu Allah. Syariat yang sempurna, tak pernah ada cacat sedikit pun bagi yang mengimaninya.
Maka, mari Ummu wa Abu, Bunda dan Ayah, Ibu dan Bapak, kita mulai tapaki jejak terbaik generasi terdahulu dengan sama-sama mendidik anak-anak kita dengan didikan terbaik, tidak membiasakan diri untuk memanjakan, pahamkan tentang perjuangan dan getirnya hidup harus dilalui demi ilmu yang berkah.
Mari ajarkan anak-anak kita ketika mereka mungkin sesekali merasa malas, ingin berhenti belajar, jelaskan kalau kemalasan itu malah membawa kejahilan, sementara perjuangan dalam menuntut ilmu membawa keberkahan.
Hayu, terus sama-sama bergerak, dukung dan beri semangat terbaik untuk Ananda shalih/ah agar senantiasa siap menemui markas/gudang ilmu (sekolah), talaqi dan mulazamah langsung dengan guru-guru, tempel dan ikuti terus guru-guru terbaik yang senantiasa mengajarkan ilmu, ajarkan anak-anak kita untuk rajin mendoakan guru-gurunya, Allah yang kemudian akan senantiasa mencatat sebagai pahala.
Wahai Allah, Engkau Maha Menyaksikan, kuatkanlah anak-anak amanah ummat ini untuk kami didik dengan cara generasi terbaik pilihan-Mu, bimbing kami agar senantiasa mengajarkan syariat yang haq bukan kebatilan atau perkara syubhat.
Yaa muqollibal quluub tsabit quluubana ala diinik.
“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-Balik Hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu (yang haq ini).”
Aamiin allahumma aamiin.
Syukran katsira wa jazakumullahu khairan.
Barakallahu fiikum.
Hamba Dhaif dan Fakir
Altar King
Kepala SIB Education Center
Klik Untuk Chat
👋 Hubungi Kami Via Whatsapp, Team Customer Support Online Kami Siap. Tanyakan Apapun Kepada Kami.